Dalam momentum Hari Kartini, Ridwan Ginanjar (RG) menegaskan bahwa perjuangan perempuan hari ini telah memasuki fase baru yang lebih kompleks dan strategis. Menurutnya, perempuan muda tidak lagi hanya berbicara soal kesetaraan, tetapi telah menjadi aktor utama dalam perubahan sosial, ekonomi, hingga politik di tingkat akar rumput. Ia melihat lahirnya generasi perempuan yang lebih berani, kritis, dan solutif sebagai tanda bahwa semangat Kartini tidak hanya hidup, tetapi berkembang menjadi kekuatan sosial yang nyata.
“Perempuan muda hari ini bukan lagi sekadar simbol emansipasi, mereka adalah penggerak perubahan. Mereka hadir di komunitas, di ruang digital, di sektor ekonomi, bahkan di garis depan advokasi sosial,” ujar Ridwan Ginanjar. Ia menambahkan bahwa aktivisme perempuan muda di Jawa Barat menunjukkan pergeseran penting: dari partisipasi menuju kepemimpinan yang berdampak langsung.
Namun demikian, RG juga menyoroti tantangan mendasar yang masih dihadapi perempuan muda, khususnya terkait kesempatan yang belum sepenuhnya berimbang. Ia menilai masih ada bias yang meragukan ketajaman logika dan kapasitas strategis perempuan dalam aktivisme. “Ini yang harus kita luruskan. Justru kehadiran perempuan dalam gerakan menghadirkan perspektif yang lebih utuh dan menjadi penyeimbang dalam dinamika pergerakan. Mereka tidak lemah secara logika, mereka memperkaya arah gerakan,” tegasnya.
Lebih jauh, Ridwan Ginanjar mendorong agar organisasi kepemudaan, termasuk KNPI, mengambil peran aktif dalam membangun ekosistem yang inklusif dan berkeadilan gender. Baginya, masa depan Jawa Barat sangat ditentukan oleh sejauh mana perempuan muda diberi ruang untuk berkembang, berinovasi, memimpin, dan berdaya. “Jika kita ingin perubahan yang nyata, maka perempuan muda tidak hanya harus hadir, tetapi juga harus diberi ruang untuk tumbuh, mengambil peran, dan menjadi kekuatan utama dalam perubahan sosial,” pungkasnya.






